Jernang: Tanaman Konservasi bernilai Ekonomis Tinggi

27

15/12/2008 by weinarifin


Sebanyak 48,8 juta orang tinggal pada lahan hutan negara dan sekitar 10,2 juta diantaranya adalah kaum miskin. Sekitar 20 juta orang lagi tinggal di desa-desa dekat hutan dimana enam juta orang diantaranya memperoleh sebagian besar penghidupannya dari hutan (CIFOR 2004). Jika dikaitkan dengan jumlah keseluruhan penduduk miskin Indonesia yang tinggal di pedesaan (14,6 juta penduduk pada tahun 2004), maka jumlah kaum miskin yang tinggal di lingkungan hutan adalah hampir mencapai sepertiga dari keseluruhan kaum miskin di Indonesia! (RENTAN, MFP-DFID)

Jambi merupakan Propinsi di Sumatera yang memiliki kawasan hutan terlengkap (mulai dari hutan dataran tinggi hingga rendah, hutan kering/tropis hingga basah/gambut). Hal ini merupakan asset beharga dan untuk itu perlu dilakukan upaya kongkrit untuk mempertahankannya. Upaya yang dilakukan sekarang dan kedepannya adalah menyeimbangkan antara tujuan konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Hal ini penting menjadi mindset bersama mengingat bahwa ternyata masyarakat miskin di Indonesia sebagian besar bermukim di desa-desa sekitar dan dalam hutan. Upaya mempertahankan hutan tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya akan sulit dilakukan karena harus diakui jika maraknya aktivitas pembalakan liar salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat ikut mendapatkan keuntungan dari aktivitas tersebut. Salah satu yang telah diinisiasi di Jambi sekarang adalah mengangkat potensi Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu rotan jernang.

Tanaman jernang telah ada dan dimanfaatkan oleh masyarakat Jambi sejak zaman dahulu. Resin jernang memiliki nilai jual yang tinggi dan menunjukan grafik harga yang meningkat dari tahun ke tahun. Jika selama ini rotan jernang di manfaatkan oleh masyarakat dengan jalan mencari/memanen di dalam hutan, seiring semakin berkurangnya tutupan hutan dan kelangkaan tanaman jernang di Jambi, maka pola ini sudah mulai diubah dengan membudidayakan dan menanam tanaman jernang di dalam kebun-kebun karet masyarakat atau yang biasa di sebut dengan pola tumpang sari. Keuntungan bersih budidaya jernang dalam 1 (satu) Ha nya dalam setahun adalah bekisar 35 – 38 juta rupiah

Nilai Ekologis dan Ekonomis Tanaman Jernang
s Daemonorops sp. Menurut data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan, di ketahui jika Jernang hanya terdapat di 3 (tiga) negara di dunia yaitu Indonesia, Malaysia dan India dan yang terbesar adalah di Indonesia. Di Indonesia jernang banyak terdapat di daerah Jambi, Aceh dan Kalimantan. Jika pemanfaatan rotan pada umumnya adalah dari batangnya maka pemanfaatan pada jernang adalah dari resin yang terdapat pada buahnya. Komponen utama dari resin jernang adalah draco resinolanol (56%), dracoresen (11%), draco-alban (2,5%), asam benzoat dan asam bensolaktat . Kegunaan utama dari jernang adalah sebagai pewarna vernis, keramik, marmer, alat dari batu, kayu rotan, bambu, kertas, cat, sebagai bahan farmasi (obat diare, disentri, pembeku darah karena luka). Jernang merupakan bahan baku yang di eksport untuk industri-industri di negara China, Singapura dan Hongkong. Menurut data dari Atase Perdagangan negara RRC, RRC membutuhkan 400 ton jernang tiap tahunnya dan Indonesia baru mampu mengeksport kurang dari 27 ton per tahun.
Perdagangan jernang sendiri bukanlah hal yang baru di Jambi karena produk ini telah di perdagangkan sejak zaman Jepang dahulu. Pada tahun 1950 an jernang telah memiliki harga Rp 50,- Per Kg dan sekarang harganya mencapai Rp 700.000 – Rp 800.000 per Kg, bahkan tahun 2005 kemarin harga jernang pernah mencapai Rp 1.200.000,- per Kg. Jika pada tahun 2000 harga jernang sekitar Rp 300.000 per Kg dan di tahun 2005 mencapai Rp 1.200.000,- per Kg maka dalam waktu 5 tahun harga jernang naik 4 kali lipat.
Manfaat ekologis yang di peroleh dari budidaya jernang adalah jernang mensyaratkan harus ada tumbuhan pohon sebagai sebagai tegakan (jernang tumbuhan menjalar tapi tidak parasit), sehingga dengan membudidayakan jernang berarti juga menjaga kelestarian hutan (tegakan pohon).
Manfaat ekonomis yang di peroleh dari budidaya jernang sangat tinggi. Dari hasil analisis produksi, di peroleh kesimpulan jika keuntungan yang diperoleh dari berkebun jernang lebih besar jika dibandingkan hasil dari berkebun sawit ataupun karet. Estimasi keuntungan pertahun dari 1 Ha kebun sawit adalah 13 – 17 Juta Rupiah dan 20 -23 juta untuk 1 Ha karet. Sedangkan estimasi keuntungan yang diperoleh dari 1 Ha Jernang per tahun adalah 35 – 38 Juta Rupiah. Keuntungan lain dari upaya berkebun jernang adalah jernang dapat di tumpang sarikan penanamannya dengan tanaman karet.
Tumpang Sari Jernang Di Kebun Karet Masyarakat
60% masyarakat Jambi memiliki sumber mata pencarian dari menyadap karet. Besarnya angka ini menyebabkan sektor ini mendapat perhatian serius oleh seluruh stakeholder di Jambi. Beberapa pola telah di lakukan petani untuk memperbesar benefit seperti menanam bibit unggul dan melakukan tumpang sari. Pola tumpang sari telah di lakukan dengan tanaman kayu-kayuan dan rotan. Khusus tanaman rotan yang sering di tumpang sarikan adalah jenis rotan manau yang pemanfaatannya dari batannya. Namun demikian tumpang sari karet dengan manau jarang dilakukan petani karena batang karet dapat mati akibat beban berat batang rotan manau. Lalu bagaimana dengan jernang?
Jernang merupakan tumbuhan asli hutan dan masyarakat di Jambi memanfaatkannya dengan memanen dari dalam hutan. Kondisi tanaman jernang di Jambi sekarang sudah mulai langka yang di sebabkan oleh: Pertama berkurangnnya areal kawasan hutan sehingga semakin mempersempit “rumah tinggal” jernang. Kedua, aktivitas illegal logging telah menyebabkan pepohonan kayu sebagai media tegakan jernang tidak ada lagi.
Budidaya jernang dapat dilakukan dengan melakukan pembibitan melalui biji dan anakan yang dibawa dari dalam hutan. Sekarang upaya ini tengah dilakukan masyarakat di desa Lamban Sigatal dan Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Desa yang terletak di di pinggiran Bukit Tajau Pacah dan HPH PT. Asialog ini telah memanfaatkan tanaman jernang sejak zaman nenek moyang dahulu. Tanaman jernang baik buah dan batangnya telah di manfaatkan untuk kebutuhan obat-obatan (Medicinal Plant Product) misalnya mengobati luka akibat gatal-gatal dan juga sebagai ramuan yang dioleskan dikening ibu-ibu yang baru melewati proses persalinan
Kesadaran masyarakat di dua desa ini untuk membudidayakan tanaman jernang beberapa tahun belakangan ini sudah mulai muncul, terutama dengan adanya kegiatan program dari Yayasan Gita Buana (YGB) dari tahun 2003 hingga sekarang. Sekarang di dua desa tersebut masyarakat telah berhasil membudidayakan 5.000 bibit jernang dan 2.000 diantaranya telah di tanam ke lahan demplot masyarakat.
Lahan demplot yang dimaksudkan adalah areal kebun karet masyarakat. Tumpang sari tanaman jernang dengan karet adalah menanam jernang dengan tanaman karet sebagai media untuk tegakan tanaman jernang. Jernang sebagaimana rotan lainnya membutuhkan tanaman kayu-kayuan sebagai media tegakannya. Adapun manfaat dan kemudahan yang dapat di peroleh dari pola tumpang sari ini yaitu:
Pertama, Petani dapat memperoleh 2 (dua) keuntungan sekaligus yaitu dari hasil produksi getah karet dan hasil produksi resin jernang
Kedua, Tanaman jernang tidak membunuh batang karet seperti pada rotan manau karena jernang memiliki batang yang lebih kecil dan tumbuh dengan lurus tegak keatas.
Ketiga, Tanaman jernang sangat sulit dan riskan pertumbuhannya sehingga membutuhkan pemeliharaan yang ekstra. Melalui pola tumpang sari dengan karet, pertumbuhan tanaman jernang dapat di awasi pertumbuhannya secara intensif sambil melakukan kegiatan penyadapan.
Keempat, Keberlanjutan. Tanaman jernang adalah jenis tanaman tua dimana usia satu batang jernang dapat berumur 25 – 30 tahun. Selain itu dalam satu rumpun jernang yang telah berusia 10 tahun keatas telah memiliki anakan sekitar 10 – 15 batang dan ini terus berlanjut hingga pernah ditemukan dalam satu rumpun terdapat 30-40 batang.
Kelima, Tumpang sari akan menjadi strarting point dalam melestarikan tanaman jernang yang telah langka dan peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat.
Dari uraian diatas budidaya jernang dengan pola tumpang sari pada kebun karet rakyat merupakan konsep yang berdimensi ekologis dan ekonomis. Pola ini tentu saja dapat di lakukan pada daerah-daerah lain dengan di variasikan tanaman tumpangsarinya dengan tanaman lainnya.
Hutan penting untuk di lestarikan namun kesejahteraan masyarakat sekitar hutan jauh lebih penting untuk di perhatikan.

Download lengkap

About these ads

27 thoughts on “Jernang: Tanaman Konservasi bernilai Ekonomis Tinggi

  1. sean says:

    Hi,

    Do you selling Getah Jernang( Dragon`s Blood ) ? My factory can buy 500kg ever month with good price (It`s depends on your product quality); Please contact me anytime; thanks.

    Sean
    (+65) 86613185
    BBM PIN:74DD3A28 / 7E47C3CA
    Email: cnticmedical@gmail.com
    Kakao Talk ID: HooplaHa / Line ID : hooplaha
    Skype ID: seanchapter
    CNTIC MEDICAL CO, .LTD

  2. noprian says:

    Saya mau tempat penjualn jernang
    Bb 2B023052

  3. wendi says:

    makasih bro.setuju sy kalimat terakhir artikelnya.salam dr aceh

  4. apriadi says:

    Saya mencari buah jerenang dari jambi ,,,asal sya bengkulu ,,
    Klo ada buah jambi ,,tlong hub 085268699580

  5. radja says:

    aq ad pohon jernal tp g cocok harga, tp klu ad yg minat hbg in 085262447315. lokasi di sumatra utara. tnks

  6. Laser Saver says:

    Hi,

    Do you selling Getah Jernang ( Dragon`s Blood),it`s depend on your product quality, our medical factory can buy it 100kg-2000kg every month with good price . If you are sell it please contact me anytime in Singapore .

    Mr.Sean
    (+65) 81754357
    Kakao Talk ID: HooplaHa / Line ID : hooplaha
    BBM PIN:74dd3a28 / Skype ID: seanchapter

  7. ss says:

    anda perlu jernang hub ke no 085273943440 posisi saya di jambi

  8. ronny saputra says:

    saya pembeli jernang dari sumatra utara apabila ada yang ingin menjual hub ke nmr saya 085261136000

  9. seangao61@gmail.com says:

    Hi ,

    Do you selling Dragon`s Blood (Getah Jernanag)? Our factory can buy it 500kg-1500kg every month if you are supplying it .please contact me .

    Best Regards
    Sean
    Kakao Talk ID :HooplaHa
    Skype ID: seanchapter
    Email:seangao61@gmail.com
    +65 81754357
    CNTIC TRADING CO,.LTD

  10. Basri Bin Yusuf says:

    Mungkin di daerah bpk ada yg menjualnya tlg di info ke saya. Tk

  11. Basri Bin Yusuf says:

    Salam. Saya mencari bibit Jernang untuk ditanam di daerah aceh timur jika Bpk ada bibitnya sekitar 2rb pcs tlg hubungi sa.tk

  12. Ibnu Sundana says:

    Salam..
    Saya tinggal di daerah Kalianda Lampung Selatan, ada beberapa hal yang mau saya tanyakan pak :
    1. Apakah Jernang dapat hidup di daerah dataran rendah?
    2. Dimana bisa mendapatkan bibit Jernang? Bagaimana caranya dan berapa harganya?
    3. Apakah tidak ada dampak buruk sama sekali bagi pohon karet bila kita gunakan sebagai
    media tegakan?
    4. Bagaimana cara memasarkannya?
    Mohon jawabannya di kirim ke email saya pak “sun.ibnu@gmail.com”, terima kasih..

  13. Ibnu Sundana says:

    Salam..
    Saya tinggal di daerah Kalianda Lampung Selatan, ada beberapa hal yang mau saya tanyakan pak :
    1. Apakah Jernang dapat hidup di daerah dataran rendah?
    2. Dimana bisa mendapatkan bibit Jernang? Bagaimana caranya dan berapa harganya?
    3. Apakah tidak ada dampak buruk sama sekali bagi pohon karet bila kita gunakan sebagai
    media tegakan?
    4. Bagaimana cara memasarkannya?
    Atas informasinya saya ucapkan terima kasih..

  14. Edy Purwanto says:

    Lapor Pak Wein, saya hobi mengumpulkan pohon, skrg sya ingin menanam jernang (mgkn skitar 300 batang), sy sdh btelpon ria dgn Pak Didi, tetapi beliau bilang tidak punya bibitnya, hanya beberapa contoh pohon saja di kantornya. Sedangkan bibitnya harus usaha sendiri ke Lamban Sigatal. Mohon nama lain yg bisa membantu saya mencarikan bibit jernang, dgn penjemputan di Kota Jambi saja, sektr Maret 2011. Saya tunggu kabarnya Pak, Terima kasih.

  15. mukhtar says:

    di mana pembeli buah rotan jernang

  16. Rinda Primawarto says:

    Ass.Wr.Wb.
    Saya membaca habitat jenrang ada didaerah yang dingin dan lembab. Apakah jenrang dapat di tanam di daerah Bandung? Bagaimana mendapatkan bibit jenrang?

    • weinarifin says:

      Salam..
      jernang dapat hidup didaerah lembab dan dataran tinggi Seperti didaerah Curup (Bengkulu).
      Untuk mendapatkan bibit jernang dapat di kontak ke Yayasan Gita Buana (YGB) Jambi.
      No Kontak: 0811747464 (Didi)
      sekian, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,774 other followers

%d bloggers like this: