Konservasi dan Kesejahteraan Rakyat

Posted on Updated on


photoJudul ini juga sudah sejak lama menjadi tema perdebatan diantara elemen civil society penggiat lingkungan, kubu yang satu berada pada posisi mendahulukan konservasi dan kubu yang lain mendahulukan peningkatan ekonomi masyarakat. Tidak ada yang salah terhadap kedua kubu, namun justru menjadi salah ketika ada yang mengklaim dan keras mempertahankan argumentasi pemihakan tanpa logika rasional.

Hal yang perlu dipahami bahwa kebutuhan untuk konservasi sebenarnya bukan saja kepentingan dari negara-negara eropa tetapi juga kebutuhan tidak langsung tetapi urgen bagi masyarakat lokal. Disisi yang lain, kebutuhan meningkatkan ekonomi masyarakat juga menjadi point penting bagi stabilitas kawasan hutan. Tanpa ekonomi yang sejahtera maka bisa dipastikan kawasan hutan disekitar wilayah tinggal sedikit demi sedikit akan tergerus.

Ada cerita kawan ketika sedang melakukan pengorganisasian petani disuatu daerah. Suatu malam dirumah ketua petani tersebut sang kawan ditanya oleh petani. “ada tidak program untuk meningkatkan ekonomi kami” tanya si petani. Sang kawan yang ditanya diam seribu bahasa. Kenapa? karena kedatangan dia ke desa tersebut dalam rangka pengorganisasian untuk menuntut hak petani. Sifatnya mendorong atau menuntuk kebijakan yang selama ini dirasakan mengekang petani dan masyarakat disekitarnya. Tidak ada sama sekali program yang terkait peningkatan perokonomian si petani dan masyarakat disekitarnya. Padahal sang kawan tersebut merasakan betul bagaimana kehidupan si petani sehari-hari. Untuk makan saja susah, apalagi untuk membeli barang-barang lainnya.

isah ini kemudian membuat si kawan berpikir ulang, bahwa perjuangan dengan perut yang kosong ternyata banyak dikeluhkan oleh  petani. Untuk itu ternyata juga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada pada garis kemiskinan. Upaya ini tentunya dengan prasyarat menjadikan masyarakat mandiri bukan justu ketergantungan. Kalau justru menjadi ketergantungan, lalu apa bedannya dengan world bank atau imf? Hehe..

Hal penting yang perlu disadari adalah bahwa keberadaan hutan di sini bukan untuk negara-negara luar yang sumbu kehidupannya ditopang oleh industri. Hutan ada untuk dikelola dan dijadikan sumber mata pencarian masyarakat yang dapat mensejahterakannya.

Bahwa persoalan masyarakat ada karena struktur yang sistemik itu adalah benar adanya, tetapi semata-mata membangun gerakan untuk mendobrak sistem tanpa disertai pemenuhan peningkatan kesejahteraan justru akan menjadikan gerakan tersebut bersifat reaksioner. Reaksioner dalam artian disini adalah hanya kasus per kasus, yaitu gerakan itu ada ketika musuh bersama nya masih ada.

Tujuan akhir mendobrak sistem adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jika ini yang menjadi tujuan maka kedua jalan dapat ditempuh. Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s